Kisah Trader yang Bangkrut karena Mengikuti Nasihat W. Buffett !!

Rekan trader dimanapun anda berada, hari ini kami menemukan satu artikel menarik mengenai trading forex. Sebuah artikel yang inspiratif khusunya bagi rekan-rekan trader yang masih belum mampu mengendalikan psikologi tradingnya.

Artikel ini ditulis oleh Argha J Karo Karo, Founder & Creative Director of Creative Trading System.

Quote di atas adalah salah satu quote yang paling tekenal dan paling diingat yang pernah dikatakan oleh Warren Buffett,
Be fearful when others are greedy and be greedy only when others are fearful.
Banyak trader yang sudah tahu tentang quotes ini, namun meskipun tampak sederhana namun pada kenyataannya sangat sedikit di antara para trader yang berhasil menggunakan nasihat dari Warren Buffett ini untuk dalam kondisi riil, dan mengeruk keuntungan dengan melakukan pembelian besar-besaran ketika market sedang mengalami kejatuhan.

Saya bahkan berulang kali mendengar dari teman-teman broker di sekuritas yang menceritakan berbagai kisah tentang trader/investor yang justru mengalami kebangkrutan justru karena menuruti nasihat investor legendaris yang satu ini.

Investor tersebut mengalami kebangkrutan umumnya karena dia melakukan pembelian dalam jumlah terlalu besar dengan bahkan menggunakan margin ketika market sedang jatuh, para investor pun sedang panik, dan harga-harga saham sudah sangat murah,  tepat seperti yang digambarkan oleh Warren Buffett. Namun ternyata harga saham yang dibelinya masih bisa lebih turun lagi, membuat investor tersebut terkena margin call dan akhirnya bangkrut.

Namun di sisi lain saya juga pernah mendengar ada sejumlah trader/investor yang hanya trading ketika market sedang crash, dan menyuntik dana dalam jumlah besar untuk memborong saham ketika kondisi market sedang buruk-buruknya, dan hanya dalam hitungan bulan mereka sudah untung puluhan bahkan ratusan persen. Lalu trader/investor tersebut profit taking, dan keluar dari market menunggu market kembali terkoreksi dan panik lagi, baru dia masuk lagi.

Pertanyaanya apa perbedaan antar kedua trader/investor tersebut, padahal kemungkinan mereka sama-sama terinspirasi dengan nasihatnya Warren Buffett, sama-sama membeli ketika market sedang crash, namun nasib keduanya justru bertolak belakang.

Sebenarnya jawabannya bisa kita dapatkan jika kita benar-benar menghayati dan merenungkan quote Warren Buffett tersebut.  Kita bisa menyadari ada hal yang tidak dipahami oleh trader yang pertama, namun disadari oleh trader yang kedua. Satu KATA KUNCI yang membedakan nasib mereka berebeda.

Kata kunci nya ada di kata OTHERS !!

Warren Buffett tidak menyarankan kita untuk BEING GREEDY ketika anda sedang panik, sesuatu yang notabene dilakukan oleh trader pertama yang bangkrut. Saran Buffett adalah untuk  BEING GREEDY ketika OTHERS sedang PANIC, alias orang lain yang sedang panik, dan bukan anda yang panik.

Karena memang dalam bidang apa pun hanya orang tenang yang bisa memanfaatkan kepanikan publik, dan itulah yang dilakukan oleh TRADER KEDUA yang sukses memperoleh keuntungan. Dia baru masuk market ketika Investor lain sudah panik, dia tidak nyangkut, tidak juga sedang stress, dia datang dalam kondisi tenang, memegang dana segar dan penuh dengan strategi dan rencana untuk memanfaatkan kepanikan ritel.

Sangat berbeda dengan trader yang mengalami kebangkrutan, dia melakukan pembelian dalam kondisi yang panik, karena nyangkut, dan berharap dengan BEING GREEDY dia bisa dalam sekejap merubah kerugiannya menjadi keuntungan, itu juga alasan dia harus menggunakan margin, yang akhirnya malah membuat dia bangkrut.

Kisah kedua trader ini tentu bisa kita jadikan pelajaran, karena kondisi mental sangatlah penting dalam membuat keputusan investasi, tanpa pemikiran yang tenang umumnya keputusan yang kita ambil hanya berdasarkan rasa takut, atau keinginan memperoleh profit sebesar mungkin dan secepat mungkin.

Seorang trader yang baik adalah mereka yang bisa mengatur emosi, sehingga mereka bisa mengambil keputusan dengan tenang memanfaatkan kondisi yang ada, dan mengambil keputusan menggunakan ilmu yang sudah mereka kuasai. Tanpa ketenangan mental dan pengendalian emosi yang baik tidak peduli sehebat atau sepandai apa pun anda, semua keputusan hanya akan diambil berdasarkan perasaan dan emosi saja.

Jadi kalau anda saat ini dalam kondisi panik dan nyangkut, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan, apalagi menggunakan margin, karena meskipun saham yang sudah turun banyak akan naik lagi, kapan saham itu naik ditentukan oleh Bandar saham tersebut, bukan ditentukan oleh anda. Itu sebabnya kita butuh strategi yang baik dan kesabaran untuk menunggu sambil secara bertahap dan terencana melakukan pembelian memanfaatkan kepanikan para investor, itulah kunci kesuksesan Investor/Trader kedua  tadi.

Artikel ini tayang pada halaman Creative Trading System dengan judul yang sama "Kisah Trader yang Bangkrut karena Mengikuti Nasihat W. Buffett !!"

Share: